Sempat Dihadang Aparat, Kaum Tani, Buruh dan Organisasi Rakyat Lanjutkan Aksi di Depan Istana Negara

Massa aksi peringatan HAri Tani Nasional melanjutkan aksi di depan Istana Negara, Jl Merdeka, Jakarta. [foto:ram]

MRB, Jakarta – Massa yang menggelar peringatan Hari Tani Nasional di Jakarta berhasil melanjutkan aksi di depan Istana Negara, Jl. Merdeka, Jakarta setelah sebelumnya mendapat hadangan aparat.

Massa kaum tani, buruh, kaum miskin perkotaan, organisasi perempuan, pemuda dan organisasi masyarakat yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) menggelar aksi untuk menuntut dihapuskannya monopoli tanah dan dicabutnya Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan besar dan konsesi pertambangan yang merampas tanah rakyat untuk diberikan kepada rakyat utamanya buruh tani dan tani miskin. Selain itu massa juga menentang program Reforma Agraria palsu pemerintahan Jokowi-JK yang menguatkan dominasi tuan tanah besar, perkebunan sawit, taman nasional, perkebunan kayu serta perusahaan tambang yang menjadi kaki tangan modal monopoli (imperialisme).

Sebelumnya, pagi hari massa juga menggelar aksi di Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kantor Gubernur DKI Jakarta untuk menyampaikan sikapnya. Secara khusus massa mengecam pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai Imperialis terbesar di Dunia yang mendapatkan keuntungan besar dari perampasan tanah rakyat serta proyek infratruktur yang menggusur tanah rakyat.

“Dominasi imperialisme Amerika, melalui lembaga keungannya seperti IMF dan Bank Dunia melahirkan berbagai macam skema perampasan tanah. Reforma agraria Pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla juga mendapat sokongan dana sebesar 200 juta USD dari Bank Dunia” tutur Dimas, ketua Front Mahasiswa Nasional yang juga tergabung dalam aksi.

Pemerintah propinsi DKI Jakarta juga menjadi sasaran unjuk rasa karena menjadi agen penggusur tanah rakyat demi kepentingan investasi dan proyek yang didanai Imperialis AS. Salah satu perwakilan organisasi pemuda baru indonesia (Pembaru) Kapuk Poglar, Jakarta barat menyampaikan bahwa proyek penataan kota termasuk reklamasi yang didanai Bank Dunia dan investor dari negri imperialis telah mengakibatkan rakyat miskin di Jakarta tergusur tanpa ada jaminan hak atas tempat tinggal dan pekerjaan.

Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) secara khusus di depan Istana Negara menyampaikan bahwa pemerintah seluruh rakyat termasuk kaum tani menentang reforma agraria palsu pemerintahan Jokowi-JK yang didanai Imperialis karena bertentangan dengan keinginan rakyat menghapuskan monopoli tanah di Indonesia dan dilaksanakannya Reforma Agraria Sejati.