Peringati Hari Tani Nasional, FPR Orasi di depan Kedubes Amerika Serikat

Massa dari Front Perjuangan Rakyat melakukan Aksi Demonstrasi dalam peringatan Hari Tani Nasional 2018 di Jakarta [foto:Ram]

MRB, Jakarta – Pembukaan peringatan hari tani Nasional (Senin, 24 September 2018), Front Perjuangan Rakyat membuka aksinya di depan kantor kedutaan besar Amerika Serikat. Aksi tersebut dibuka oleh sekretaris FPR, Sympati Dimas rafi’i, dengan memberikan sambutan dan penjelasan tentang kenapa harus aksi di depan Kedubes Amerika.

Menurut Dimas, seluruh kemelaratan hidup kaum tani dan rakyat Indonesia tidak terlepas dari dominasi dan dikte dari Amerika serikat. Amerika juga merupakan pendikte negara lain di dunia serta melakukan propaganda perang.

Dimas juga menyampaikan bahwa permasalahan agraria di Indonesia bukan hanya masalah kaum tani tapi, masalah seluruh rakyat. Konflik ini juga tidak terlepas dari skema imperialis Amerika Serikat.

“Peraturan presiden (Perpres) tentang Percepatan Reforma Agraria hanyalah skema mempercepat perampasan tanah di Indonesia. Selain itu, reforma agraria Jokowi, sama sekali tidak menyasar monopoli lahan yang dilakukan oleh perusahaan besar.”

“Dominasi imperialisme Amerika, melalui lembaga keungannya seperti IMF dan Bank Dunia melahirkan berbagai macam skema perampasan tanah. Reforma agraria Pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla juga mendapat sokongan dana sebesar 200 juta USD dari Bank Dunia.” Lanjut Dimas.

Selain itu, Dimas juga mengajak kepada seluruh rakyat agar bersama sama menolak acara annual meeting IMF-WB di Bali, pada bulan Oktober mendatang. Karena perjuangan rakyat untuk mewujudkan reforma agraria berarti juga harus menolak segala bentuk skema yang akan dilahirkan dari pertemuan tersebut.