Gempa Susulan di Lombok, 99 Orang Meninggal Dunia, Belasan Desa Rata Dengan Tanah

Sekitar 97 persen rumah penduduk di desa Dangiang, Kecamatan Kayangan - Lombok Utara hancur akibat gempa 7.0 SR yang terjadi pada hari Minggu 5 Agustus 2018 [foto:IB]

MRB, Lombok – Gempa susulan berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) yang terjadi pada hari Minggu 5 Agustus malam di Lombok, Nusa Tenggara Barat mengakibatkan bertambahnya korban jatuh dan mengakibatkan belasan desa luluh lantak. Hingga hari Senin (6/8) tercatat 99 orang meninggal dunia yaitu 72 orang di Kabupaten Lombok Utara, 9 orang di Lombok Barat, 2 orang di Lombok Tengah, 4 orang di Mataram, 3 orang di lombok Timur, 2 orang di Bali dan di Pulau Gili 7 orang meninggal dunia.

Kerusakan parah terjadi di banyak tempat, diperkirakan lebih dari 9000 rumah roboh dan rusak berat. Beberapa desa bahkan rata dengan tanah, lebih dari 75 persen bangunan hancur. Diantaranya di kecamatan Kayangan, Kecamatan Bayan, Kecamatan Gangga dan juga desa lain di kecamatan Pemenang serta Tanjung.

Pemerintah Kesulitan Mengakses dan Mendata Lokasi Bencana

Sejumlah daerah di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai saat ini (6/8) masih belum terjangkau oleh Tim SAR gabungan, terutama di Lombok Utara. Pasalnya, akses ke lokasi terputus lantaran rusaknya sejumlah jembatan dan jalan di kawasan tersebut.

Berdasarkan pernyataan yang disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang di kutip oleh berbagai media, “Ada beberapa kendala seperti jalan mengalami kerusakan. Ada tiga jembatan di sana yang ikut rusak. Akses lokasi lokasi juga sulit dijangkau. Selain itu, kendala lain yakni keterbatasan personil, keterbatasan alat berat dan sebagainya,” ujar Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Selain kerusakan infrastruktur umum, ratusan rumah warga juga mengalami kerusakan. Namun, lantaran sulitnya akses, petugas belum bisa mendata dan menghitung jumlah pastinya. “Kerusakan bangunan di Kecamatan Bayan mencapai 75 persen, Kecamatan Kayangan 80 persen, Kecamatan Gangga 65 persen, Kecamatan Tanjung persen, dan Kecamatan Pemenang 55 persen,” ucapnya.

Relawan Dirikan Posko Kemanusiaan di Lombok Utara

Meski akses jalan di Lombok Utara banyak terputus akibat Gempa berbagai kelompok Relawan berhasil menembus lokasi bencana untuk membantu korban. Salah satunya kelompok relawan Indonesia Bangkit (IB) yang secara bergelombang sejak Senin pagi 6 Agustus mulai memasuki desa-desa terdampak gempa di kab. Lombok Utara. Pada Senin pagi (06/06), relawan IB bersama tim dari serikat tani AGRA-NTB, Pembaru, FMN relawan lain memasuki Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan – Lombok Utara.

Di Dangiang 97 persen bangunan roboh dan menimpa warga, sedikitnya 10 orang meninggal dunia serta puluhan luka-luka akibat tertimpa runtuhan bangunan. Hampir seluruh warga terpaksa mengungsi di tenda darurat yang didirikan di lapangan terbuka.

Salah satu relawan menyampaikan bahwa kondisi di Desa Dangiang sangat memprihatinkan, hampir seluruh rumah roboh dan tidak dapat dihuni kembali. Saat ini relawan sangat membutuhkan bantuan berupa tenda pengungsian, bahan makanan obat-obatan dan air bersih.

Relawan IB juga mengajak seluruh masyarakat untuk ambil bagian membantu korban bencana di Lombok dengan menggalang tenaga relawan dan menggalang bahan-bahan bantuan yang dibutuhkan korban.