Benang Bersambung; Pengetatan Anggaran, Pajak, dan Kenaikan Fasisme

Tak ada yang menduga Sri Mulyani langsung mengambil langkah ekstrim begitu diangkat menjadi menteri keuangan. Tanpa basa-basi langsung memangkas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang dipotong jumlahnya mencapai Rp 133,8 triliun. Dalih itu yang digunakan adalah kondisi ekonomi tahun ini sangat berat. Dia berdalih asumsi penerimaan pajak tahun 2016 sebesar Rp. 1.546 triliun meleset hingga Rp 219 triliun. Dia juga beralasan kondisi global yang masih krisis yang berpengaruh pada ekspor-impor Indonesia.