Raja Salman Datang ke Indonesia, Aksi Unjuk Rasa di Depan Kedubes Arab Saudi pun di Represi Polisi

Aksi buruh migran di depan Kedubes Arab Saudi 03 Februari 2017 [dok. Mrb]

Aksi massa yang di adakan oleh buruh migran dan organisasi rakyat lainnya di depan Kedubes Arab Saudi, Jl. Rasuna Said, Kuningan – Jakarta di hadapi secara represif oleh aparat kepolisian. Massa yang melakukan aksi coba di bubarkan paksa, 30 orang diantaranya di angkut paksa ke mobil tahanan polisi.

Jen, juru bicara dari Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (Kabar Bumi) menyatakan bahwa tindakan represif ini menunjukkan bahwa pemerintah RI yang di Pimpin Jokowi hanya mengincar kucuran uang dan investasi dari Arab Saudi. Sedangkan nasib buruh migran Indonesia yang kerap di siksa bahkan terancam hukuman mati di Arab Saudi tidak menjadi persoalan penting bagi pemerintah.

Perjanian Pemerintah dengan Arab Saudi mengkhianati rakyat, karena akan menghilangkan penghidupan rakyat dan meluasnya perampasan tanah . Dampaknya akan semakin banyak yang menjadi buruh migran yang bekerja tanpa perlindungan. “Upaya pembubaran paksa terhadap aksi yang menuntut perlindungan BMI Indonesia di Arab Saudi adalah bentuk pengkhianatan yang melukai hati rakyat” tegas Jen. Bahkan untuk menuntut kebebasan dari penyiksaan, kriminalisasi serta tidak diberlakukan sebagai budak di Arab Saudi saja rakyat Indonesia harus menerima represi dari aparat pemerintah.

Kabar Bumi beserta beberapa organisasi buruh migran, organisasi buruh, organisasi tani dan organisasi rakyat melakukan aksi untuk mendesak perlindungan bagi BMI di Arab Saudi dan menolak segala perjanjian dengan Arab Saudi yang mengkhianati rakyat.

“Pemerintah RI sama sekali tidak mendesak Raja Salman agar membebaskan 25 WNI di yang terancam hukuman mati dan BMI yang dikriminalisasi di Arab Saudi. Pemerintah Indonesia seharusnya mengajukan MoU yang menjamin perlindungan dan jaminan hak normatif (libur, cuti, upah, hak atas dokumen, jam kerja dan sebagainya),” papar Jen.

Tidak adanya perlindungan ketenagakerjaan bagi buruh migran di Arab Saudi, mengakibatkan tingginya permasalahan yang dialami Buruh Migran Indonesia berupa pelanggaran hak sebagai pekerja, penyiksaan bahkan pembunuhan. Diperparah dengan tidak adanya penegakan hukum bagi warga Arab Saudi yang menjadikan tidak adanya efek jera bagi majikan.

Hingga berita ini di turunkan (14.30WIB) massa masih melakukan unjuk rasa di depan kedubes Arab Saudi dan menuntut 30 orang yang di tahan agar di bebaskan oleh kepolisian.