Peringatan HTN | Buruh Migran Indonesia Tuntut Reforma Agraria Sejati dan Akhiri Migrasi Paksa.

Aksi Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong dalam peringatan Hari Tani Nasional 24 September 2017. [foto:istimewa]

Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) yang ke-57 pada tanggal 24 September 2017 ini juga di jadikan momen bagi buruh migran indonesia medesak pemerintah mewujudkan Reforma Agraria Sejati dengan memberikan tanah untuk rakyat juga menghentikan kekerasan terhadap rakyat. Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) yang menghimpun organisasi BMI di Hong Kong, Macau, Taiwan dan Indonesia, melakukan aksi dukungan terhadap perjuangan reforma agraria sejati sebagai landasan untuk menghentikan praktek migrasi paksa.

Menurut JBMI, Buruh migran Indonesia lahir dari keterpaksaan bermigrasi (forced migration) akibat meluasnya monopoli dan perampasan tanah, serta semakin sulitnya akses pekerjaan yang layak bagi penghidupan rakyat di Indonesia. Dengan berbagai macam risiko, jutaan rakyat yang mayoritas adalah kaum perempuan terpaksa meninggalkan tanah air dan keluarga demi harapan mendapat penghidupan yang lebih baik di negeri lain.

Sebagai korban migrasi paksa dan korban monopoli tanah, buruh migran juga hidup semakin menderita akibat pemerintah tidak memastikan tanggung jawab perlindungan bagi buruh migran. Buruh migran justru semakin diperas dan ditindas melalui berbagai regulasi dan kebijakan yang sepihak dan merugikan.

Maka buruh migran memiliki kepentingan yang besar untuk ambil bagian dalam perjuangan reforma agraria sejati agar migrasi paksa bisa dihentikan dan segala bentuk penindasan terhadap buruh migran dapat berakhir.

Dalam aksi peringatan HTN 2017 JBMI menyuarakan berbagai tuntutan diantaranya; Hentikan Perampasan Tanah, Akhiri Migrasi Paksa, dan menuntut dihentikannya kekerasan terhadap warga Jurang Koak, Hentikan Pengusiran Masyarakat Adat dan Wujudkan Kedaulatan Pangan.[]