Jejak Perusahaan Sepatu PT Panarub Industry Melakukan Union Busting

Pada Oktober 2013 PT. Panarub Industri memberlakukan skorsing terhadap lebih dari 130 buruh. Perusahaan menjelaskan bahwa telah terjadi kerugian yang mengharuskan dilakukan efisiensi.Namun alasan tersebut dibantah oleh Sari selaku kepala Departemen Hukum dan Advokasi SBGTS-GSBI PT Panarub Industry. Karena terbukti PT Panarub Industry hingga kini terus melakukan rekruitmen buruh baru bahkan membuka cabang perusahaan baru di Brebes, Jawa Tengah. Hal ini yang menyebabkan serikat buruh SBGTS-GSBI PT. Panarub Industri atau yang biasa disebut PI sangat kecewa, mereka menuntut perusahaan segera mempekerjakan kembali buruh yang di skrosing.

Pembukaan lowongan pekerjaan di PT. Panarub Industry (foto:DW)

Sari menilai bahwa skorsing hanya upaya perusahaan untuk melakukan pelemahan terhadap serikat buruh yang ada di PI “Perusahaan bilang sedang rugi tapi kenapa jumlah order semakin tinggi bahkan mereka sedang merekrut tenaga kerja baru, lalu bagaimana nasib kawan-kawan kami yang kena skrosing?” Ungkapnya. Sari menjelaskan bahwa mayoritas buruh yang diskorsing adalah anggota serikat. “Skorsing gelombang pertama ada 87 orang anggota SBGTS-GSBI PT. PI dan gelombang kedua 23 orang yang merupakan anggota SPN dan selebihnya mereka yang belum masuk serikat”. Tuturnya.

“Hingga hari ini kawan-kawan hidup tanpa kepastian, terus menerus dihantui kekhawatiran apakah mereka akan dipekerjakan kembali seperti harapan mereka atau malah kena PHK” kata Sari. Perusahaan tidak bisa menunjukan bukti kongkret hasil audit keuangan yang menyatakan perusahaan rugi.

Secara organisasi, Sari juga menyayangkan sikap PT. Panarub Industri yang mengesampingkan Code Of Conduct (COC) , dan keputusan dari Dinas Ketenagakerjaan dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan keputusan dari Mahkamah Agung (MA) serta Pengadilan Hubungan Industri memutuskan bahwa PT. Panarub Industri harus mempekerjakan kembali buruh yang di skorsing.

Sari juga mengatakan tidak hanya masalah buruh skorsing yang terabaikan pun demikian masih ada nasib 1300 buruh Panarub Dwikarya yang lebih dari 3 tahun tergantung nasibnya. ## (DW)